Tulisan dalam blog ini sekedar catatan dan kumpulan pengalaman...

Selasa, 20 Maret 2012

SAYA BELAJAR DARI MUHAMAD NATSIR ANTONI NURDIN

Ketika saya membaca sejarah perjalanan hidup tokoh Masyumi M. Natsir terutama dimasa awal kemerdekaan, saya sangat kagum dengan cara-cara beliau dalam melakukan praktek politik. Ketika memimpin Masyumi beliau sangat konsisten memperjuangkan apa yang diyakininya  benar, dan untuk kepentingan bangsa, apapun dikorbankan. Natsir sangat sederhana, jenius, serta mampu berpikir melampaui batas jaman, sehingga sampai saat ini pikiran-pikiran M. Natsir masih sangat relevan untuk dipelajari, bagi penggiat  politik apa salahnya mau belajar dari sejarah perjalann hidup seorang M. Natsir
 

Dalam sidang-sidang konstituante M. Natsir sebagai pemimpin Masyumi dan DN.Aidit adalah pemimpin PKI, mereka selalu terlibat perdebatan sengit, terutama dalam soal masa depan bangsa ini. Perdebatan paling kursial adalah ketika membahas masalah dasar negara. Masyumi dibawah pimpinan Natsir konsisten untuk lebih mengedepankan garis politik Islam, sementara Aidit dan PKI juga terus saja memperjuangkan negara sekuler. Kata Natsir kursi hampir saja selalu melayang ketika terjadai perdebatan antara dirinya dan Aidit, secara politik dalam hidup mereka tidak pernah sejalan.
 
Namun ketika skorsing sidang, silaturahmi antara dirinya dan Aidit selalu saja terbangun dengan harmonis, perbedaan pikiran dalam politik adalah wajar, karena silaturahmi harus tetap terbangun, guna memberikan pelajaran bagi generasi selanjutnya. Sebuah contoh dimana Natsir terkadang mengambilkan makan buat Aidit, sedangkan Aidit mengambil lauk atau air minum buat Natsir. 

Kemudian mereka makan bersama sambil ngobrol masalah keluarga. Didalam sidang mereka berbeda secara politik, namun diluar sidang mereka adalah hamba allah yang tetap bersilaturahmi dengan baik.
Ketika saya masih menjadi aktifis HMI antara tahun 1994 sampai tahun 2000, saya memiliki seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti saudara kandung sendiri. Namanya Hasbi Yusup. Kami berkawan sangat dekat, bahkan terkadang jika saya kehabisan duit dalam beraktifitas dirinya tempat saya meminta bantuan. Namun dalam kepentingan politik kami selama ini belum pernah seirama. Bahkan yunior kami mengatakan, dimana ada Hasbi disitu pasti tidak ada saya, sebaliknyapun demikian.
 
Namun pada sisi yang lain kami selalu saja tetap bersilaturahmi, berkomunikasi dengan baik, bahkan hingga saat ini kami tetap menjaga persaudaraan kami. Beberapa hari ini dia berada di Jakarta dalam sebuah urusan Umat, saya bertemu dengannya di toko buku gramedia setelah kami buat janji bertemu. Saya langsung saja mengatakan pada Hasbi, tolong saya dibelikan buku. Karena saya sedang melanjutkan S3, tentunya buku menjadi kebutuhan dasar yang harus saya miliki, namun kondisi keuangan yang terbatas, Hasbi datang menjadi penolong bagi diri saya.
 
Hal seperti ini bukan untuk pertama kali, namun jika ada momentum politik kami juga tetap berbeda dalam memperjuangkan kepentingan kami masing-masing. Dan setiap kami bertemu, kami berdua tidak pernah lupa untuk saling mengingatkan, paling tidak berikhtiar dalam setiap aktifitas. Hasbi sepanjang yang saya ketahui selama ini, sangat konsisten memperjuangkan segala bentuk ketidak adilan yang dialami oleh masyarakat, khususnya Maluku Utara. Beliau dalam tulisan-tulisannya di media masa lokal sangat kritis bahkan terkesan profokatif, namun semua yang dilakukan adalah dalam rangka memperjuangkan apa yang dianggapnya benar untuk kebaikan orang banyak.
 
Perbedaan yang selama ini terjadi antara saya dan saudaraku Hasbi, sesungguhnya kami mencoba mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Natsir dan Aidit, namun saya belum tau siapa yang merepsentasikan Natsir atau Aidit diantara kami berdua. Yang jelas meskipun kami selalu berbeda, kami tetap menjaga silatrahmi. Kata Natsir, marilah bersepakat untuk tidak bersepakat.

Jika Hasbi membaca tulisan saya ini, saya ucapkan terima kasih karena tetap mau menjaga silaturahmi dengan saya, salam ama keluarga saudaraku, tetaplah istikamah dalam berjuang, kekritisan yang selama ini ditunjukan kehadapan publik tetap terjaga demi kebaikan masyarakat Maluku Utara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar